Tim Cannon, seorang
biohacker dari Essen, Jerman, punya keberanian untuk menanam
chip komputer dalam sebuah boks dan dilengkapi dengan baterai di lengannya tanpa bantuan dokter maupun bius.
Biohacker
secara sederhana bisa didefinisikan sebagai seseorang yang ingin
mengupayakan kontrol penuh akan dirinya sendiri. Target yang dilakukan
misalnya memantau kesehatan tubuh seoptimal mungkin, menghindari kanker,
meningkatkan penyimpanan memori, dan sebagainya.
Aktivitas
biohacking
bisa dihubungkan dengan transhumanisme, sebuah keyakinan saat manusia
bisa meningkatkan kualitas dirinya secara fisik, intelektualitas, dan
fisiologis dengan bantuan teknologi. Orang yang percaya pada
transhumanisme disebut dengan transhumanis.
Penanaman perangkat teknologi pada tubuh manusia ini sebenarnya bukan pertama kalinya. Sebelumnya, pernah ada upaya penanaman
headphone magnetik di telinga serta penanaman
chip RFID di lengan.
Namun,
langkah Cannon lebih berani. Perangkat yang ditanamnya bisa dibilang
komputer mini dan sudah berbaterai yang bisa diisi secara nirkabel.
Faktor lainnya adalah bahwa dia menanamnya cuma dengan bantuan rekannya,
Steve Haworth, yang juga seorang
biohacker.
Chip
komputer yang ditanam di tubuh Cannon dikembangkan oleh perusahaannya
sendiri, Grindhouse Wetware. Perangkat yang dinamai Cicardia 1.0 itu
digunakan untuk membaca, merekam data biometrik tubuh, dan mengirimnya
ke perangkat Android.
Cicardia bersifat
open source. Pengguna bisa memanipulasi data yang direkam oleh perangkat tersebut sesuai keinginan.
Saat
ini, Cicardia hanya bisa dipakai untuk mengumpulkan data dasar
biometrik, seperti suhu tubuh. Namun, kelebihannya, perangkat ini bisa
mengirimkan data secara
real time.
Perangkat ini juga
memiliki tiga lampu LED. Bagi Cannon yang tangannya bertato, lampu itu
bukan sekadar berfungsi sebagai lampu indikator melainkan juga menerangi
tato yang dimilikinya.
Ke depan, beberapa pengembangan pada
perangkat Cicardia akan dilakukan. Misalnya, menambahkan monitor
getaran, kemampuan untuk berkomunikasi secara otomatis dengan perangkat
lain, serta mengecilkan ukuran perangkat.
Diberitakan
Extremetech,
Jumat (1/11/2013), pihak Grindhouse hanya butuh waktu 18 bulan untuk
mengembangkan Cicardia 1.0. Perangkat ini akan dijual dengan harga 500
dollar AS. Untuk prosedur penanaman di tubuh, pihak Cannon akan
mengenakan biaya 200 dollar AS.
Jadi jelasnya, apa manfaat
Cicardia? Cicardia bisa memantau kondisi tubuh, mengetahui kapan tubuh
merasa stres. Bila tubuh merasa stres atau kurang sehat, perangkat bisa
mengomunikasikan ke perangkat lain yang terhubung untuk menyiapkan
perawatan, misalnya menyiapkan air panas, meredupkan lampu, dan
sebagainya. Berminat?